misc

Ini kisah tiga dara review (2016) 

Saya bukan kritikus film,  ataupun pencinta film. saya hanya seorang penikmat film dan ini pertama kalinya saya tulis review tentang film. Jadi yang saya tulis disini murni adalah apa yang saya pikirkan tentang film tersebut menurut sisi pandang saya tanpa maksud menjadi seorang kritikus atau penilai film,  saya menulis review film pertama saya adalah karena saya sangat menyukai film ini sebagai konsumen dan somehow mau menuangkannya dalam sebuah tulisan amatir. 

Jujur alasan saya nonton adalah karena saya sudah menonton versi terdahulunya yang hitam putih di bulan lalu. itupun karena ajakan teman saya bukan karena motivasi pribadi. Dikarenakan ceritanya yang menurut saya meskipun standar, meskipun aga lebay,  tetapi tetap menarik, menggelitik rasa ingin tahu saya atas versi nia dinata yang saat itu akan dipublish. Maka saat film tersebut tayang di bioskop saya pun menyempatkan diri untuk menonton film ini.  overall yang ingin saya sampaikan adalah filmnya bagus,  meskipun teman-teman saya banyak yang bilang film tersebut terlalu terbawa film barat, tetapi overal saya menyukai jalan ceritanya,  karakter ketiga saudari,  kelucuan sang oma,  dan kesungguhan setiap pria yang ada didalamnya dalam mengejar perempuan yang mereka sukai. karena saya bukan penulis,  saya akan langsung straight to the point ke kesan-kesan saya untuk film ini kisah tiga dara. fyi,  pada saat saya menulis ini saya tidak melihat review lain atau membaca tentang dan apa yang ada dalam film ini dalam bentuk apapun. 

positif point dari film ini:

  • konsep yang baik dari sisi alur cerita dan penuturannya,  dimana sepwrti film terdahulunya menunjukkan kemandirian seorang wanita dan kewajaran bagi seorang wanita untuk tetap single dalam memasuki umur 30an yang mana dianggap sebagai perawan tua. menunjukkan pada masyarakat kalau kita itu ga perlu takut being 30 and still single,  tidak perlu menikah hanya karena alasan disuruh oleh keluarga. 
  • menunjukkan 3 karakter 3 saudari yang berbeda dalam generasi dan tingkah laku serta pola pikir. dimana gendis adalah seorang yang masih berpegang teguh pada tradisi Indonesia,  mempertahankan karakternya,  memiliki pendirian dan trauma dengan masa lalu. lalu ada ella yang lebih modern,  tau apa yang dia mau dan berusaha untuk mendapatkannya, berjuang demgan posisinya sebagai anak tengah. dan yang terakhir,  bebe sebagai anak paling bungsu yang masih muda dengan emosi yang masih meledak-ledak dan pemikiran yang energik. 
  • mempertontonkan alam Indonesia yang berbeda dari biasanya. meskipun flores cukup terkenal di kalangan kita,  namun flores tidak sekomersial Bali,  meskipun flores memiliki kekayaan alam yang luar biasa indah. 

Yang paling membuat saya senang adalah sepertinya film ini ditujukan untuk dikonsumsi secara internasional,  dengan subtitle bahasa inggris dan “pameran” keindahan alam kita,  serta kecantikan eksotis wanita Indonesia. meskipun begitu saya memiliki beberapa “uneg-uneg” yang ingin saya tuliskan di blog ini:

  • ada sebuah adegan dimana transisinya kurang halus (perpindahan dari hotel ke pulau dimana tiba-tiba lokasi berubah menjadi di pantai dan gendhis berbelanja cumi). 
  • anak ketiga hamil dan dia tidak panik, hal ini sepertinya memberi contoh kalau hamil tanpa seorang suami di Indonesia itu biasa. meskipun im not againts it, but im dont think i want to have our young generation to have opinion that its okey, especially because she’s still 19years old. 
  • hamilnya anak ketiga berarti memperlihatkan kepada masyarakat bahwa unsafe sex is okey, which is not, ada banyak faktor yang menurut saya sebaiknya tidak dipaparkan dalam film. padahal unsafe sex itu sebaliknya, tidak hanya bisa hamil,  tetapi kedua pasangan bisa terkena penyakit. akhir cerita akan lebih “sweet” hanya dengan pernyataan cinta sang lelaki kepada bebe. imho ya. apalagi kalau sang wanita hamil, belum tentu sang lelaki akan bertanggung jawab loh! jangan sampai ada remaja atau wanita yang bermimpi dan sengaja hamil supaya dinikahi. Pemahaman masyarakat bisa berbeda. beberapa orang yang belum teredukasi sepenuhnya akan berfikir kalau hamil sang lelaki akan menikahi mereka, kalau begitu dibuat hamil saja supaya mereka bisa mendapat santunan. atau biaya hidupnya ditanggung oleh sang lelaki. 

secara personal,  saya suka dengan keseluruhan konsep yang ingin disampaikan, secara awam yang saya tangkap adalah:

  • wanitapun bisa sukses dalam berkarir apabila dia mengejar impian dan melakukan hal yang mereka cintai. 
  • wanita bisa hidup mandiri tanpa harus disokong oleh lelaki
  • sudah tidak jamannya wanita perlu cepat menikah hanya karena paksaan dan opini masyarakat. that its okey for u to be 30 and single. having a career instead of chasing guys that have plenty of money to support u. 
  • film ini meng-encourage wanita untuk lebih mandiri!  lebih memiliki pendirian,  dan memiliki persamaan hak. 
  • tidak perlu menikah karena alasan hamil. menikahlah karena cinta and because u want to spend the rest of your life with them. not because you have to. 

im a woman, and im in love with the idea of woman being equal with men, karena meskipun selalu dibilang emansipasi sejujurnya pandangan masyarakat pun terkadang masih membedakan kesamaan hak wanita, pada umumnya wanita tetap harus di dapur dan merawat keluarga, momok dimana wanita masih single dan belum menikah sebagai “wanita yang tidak laku” masih ada dalam fikiran masyarakat kita, ada juga pemikiran dimana apabila sang wanita menikah, sang suami tidak akan membiarkan istrinya bekerja. film ini memperlihatkan jaman yang sudah berubah,  jaman dimana sudah saatnya wanita Indonesia maju,  memiliki visi,  ambisi, dan cita-cita. bukan hanya menikah dan memiliki anak, bergantung pada suami untuk memberi mereka nafkah. 

semoga apa yang saya tulis tidak menyinggung 1pribadi pun yang mungkin “stumbled” to this blog dont know how or why. 

thx for reading, n ciao.. 

felzworld

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s